Senin, 17 Mei 2010

Makalah Arab PraIslam

BAB I
PEMBAHASAN
ARAB PRA ISLAM

1. Asal Usul Bangsa Arab.
Asal-usul bangsa Arab dari rumpun Bangsa Semit. Menurut Hasan Ibrahim Hasan, perkembangan bangsa Arab terbagi kepada dua kelompok besar, yaitu:
a. Arab Ba'idah, yaitu kelompok yang telah punah sejarah mereka telah terhenti bersama dengan punahnya mereka dipermukaan bumi, seperti bangsa Ad dan Tsamud.
b. Arab Musta'rabah (Arab Campuran), yaitu keturunan suku Ad-nan yang umumnya mereka tinggal di hijaz. Mereka adalah keturunan nabi Ismail as.
Kehidupan orang-orang Arab sebelum Islam sering disebut dengan kehidupan Jahiliyah. Akan tetapi, jahiliyah dalam pengertian suatu tata kehidupan yang terlapas dari nilai-nilai ajaran Agama, wlaupun masyarakatnya menganut agama.
2. Politik dan Pemerintahan
Bangsa Arab sebelum Islam tidak pernah dijajah oleh bangsa asing, bahkan tidak pernah tercipta kesatuan politik di seluruh jazirah Arab. Kerjaan –kerajaan kecil yang terdapat di Jazirah Arab bahagian selatan umumnya berdaulat atas wilyah mereka yang sepit dan sebatas masyarakatnya. Mereka lebih suka hidup berkabilah-kabilah dan setiap kabilah atau suku diperintah oleh seorang Syaikh, yaitu seorang yang dianggap tertua dan berani di antara anggota kabilah tersebut. Oleh karena itu, tidak ada rasa solidaritas sosial yang menyeluruh bagi semua suku Arab, bahkan hubungan kerjasama antar suku hanya didasari atas kepentingan bersama, tanpa ada kepentingan bersama, sukar tercipta hubungan kerjasama antar suku atau antar kerjaan-kerajaan kecil yang terdapat di sekitar Jazirah Arab, seperti kerajaan Mu'in Himyar, Saba' Hirrah, gassan dan lain-lainya.
Kota Mekkah diperintaqh oleh suku quraisy, yang berasal dari keturunan qusai bin Kilab. Oleh karena itu mereka disegasni dan dihormati oleh suku-suku Arab lainnya. Semenjak masa qusai bin Kilab, pelaksanaan pemerintahan kota Mekkah berjalan dengan baik. Akan tetapi, pada masa Abd. Al-Dar, salah seorang anak Qusai bin Kilab, telah mulai timbul perselisihan antar anak Abd. Al-Dar dengan anak saudaranya Abd. Al-manaf. Perselisihan ini umumnya disebabkan oleh kota mekkah. Perslisihan ini berlanjut sampai dengan kelahiran Nabi Muhammada SAW.,walaupun dalam intensitas yang berbeda.
3. Sosial Kemasyarakatan
masyarakat Arab se belum Islam adalah masyarakat feodal dan sudah mengenal sistem perbudakan. Sistem kekerabatanya adalah sistemk partilinial (Patriarchat-agnatic), yaitu hubungan kekerabatan yang berdasarkan garis keturunan bapak. Wanita kurang mendapat tempat yang layak dalam masyarakat. Bahkan tidak jarang apabila mereka melahirkan anak perempuan, mereka merasa malu dan hina mereka kuburkan hidup-hidup, seperti yang dinyatakan dalam ayat Al-qur'an suran An-Nahal Ayat 58-59;
artinya : dan apabila salah seorang diantara mereka dikabarkan dengan kelahiran anak perempuan, lalu merah pada mukanya, sedang ia berduka cita. Ia menyembunyikan diri dari kaumnya, karena kejelekan berita tersebut, apakah anak perempuan tersebut terus dipelihara dengan menanggung hina atau dikubur hidup-hidup kedalam tanah. Ketahuilah amat kejam hukuman yang mereka lakukan.
Dengan demikian, akhlak masyarakat telah merosot sekali, sehingga sering berlaku hukum rimba; siapa yang perkasa ialah yang berkuasa, siapa yang bodoh diperas oleh yang pandai, siapa yang miskin dihisap oleh yang kaya. Masa inilah yang disebut dengan masa Jahiliya.
4. Ekonomi dan Perdagangan
terikat oleh keadaan geografis alam yang tandus kering dan gersang, maka pada umumnya kehidupan orang Arab sebelum Islam bersumber dari kegiatan perdagangan dan peternakan terkenalah beberapa kota di Hijaaz sebagai pusat perdagangan, seperti Mekkah, madinah, yaman dan lain-lainya,dikota Mekah sekali setahun diadakan keramaian yang ramai dikunjungi orang sekitarnya, sehingg dengan demikian Mekkah tumbuh menjadi kota dagang antar suku bangsa yang terdapat di sekitar Jazirah Arab samping itu, penduduk yang tinggal dipedesaan umumnya hidup dengan beternak kambing, biri-biri, unta. Ternak ini sekaligus merupakan bahan makanan bagi mereka. Hewan ternak ini mereka gembalakan dengan jumlahnya amat sedikit dan terbatas diJazirah Arab justru itu kehidupan para pternak selalu berpindah-pindah, sesuai dengan lahan tempat mereka perselisihan atau peperangan antar suku dengan yang lain disebabkan ternak. Disebabkan antar oleh karena memperebutkan lahan yang memiliki padang rumput dan air, demi mempetahankan kehidupan.
AGAMA DAN KEPERCAYAAN
Mayoritas bangsa Arab sebelum Islam menganut kepercayaan yang menyembah berhala atau patung atau benda-benda lain yang dianggap mempunyai kekuatan gaib, seperti batu, pohon kayu, binatang dan sebagainya. Oleh karena itu, dikalangan mereka terdapat beberapa nama tuhan yang disembah seperti Uzza, Mana, Lata dan Hubal. Hubal adalah tuhan orang-orang keturunan suku Quraisy. Berhala ini berbentuk manusia. Menurut riwayat yang umum, batu hubal ini, dibawa dan diperkenalkan oleh Umar Bin Luhay dari bani Huza'ih pada waktu itu dia berkeunjung ke Balqa' Siria, ia terpengaruh oleh sembahan penduduk tersebut. Menurut anggapan orang-orang yang menyembah patung tersebut, patung yang mereka sembah itu memliki kekuatan gaib yang luar biasa. Umar Bin Luhay amat tertarik dengan kemampuan patung tersebut, ia meminta salh satu diantara patung yang disembah oleh penduduk Balqa' tersebut dan kemudian membawanya ke Makkah. Permintaannya dikabulkan oleh penduduk Balqa', maka dibawanya sebuah patung ke mekkah dan diletakan dekat Ka'bah, seraya menjelaskan keistimewaan-keistimewaan yang dimilikinya dan menganjurkan kepada penduduk Mekkah yang umumnya adalah keturunan suku Quraisy untuk menyembahnya. Akhirnya berkembanglah penyembahan patung Hubal tersebut dilangan orang-orang suku Quraisy, sedangkan suku-suku yang lain juga memiliki patungnya sendiri dan diletakkan di dekat Ka'bah. Ada sekitar 360 buah patung di sekitar Ka'bah yang disembah oleh orang-orang Arab sebelum Islam.
Disamping agama menyembah berhala diatas terdapat pula sebahagian kecil penduduk Mekkah dan sekitarnya yang menganut agama Hanafiyah, yaitu agama monotheisme yang dibawa oleh nabi Ibrahim as.


1. Kesenian
Cabang kesenian yang paling populer dan paling disenangi oleh masyarakat Arab sebelum islam adalah seni Sastr. Bangsa Arab dikenal dengan bangsa pengelana dan penyair. Syair-syair mereka biasanya berisi tentang cinta, wanita, khamar, kemegahan suku dan sebagainya. Di sekitar kota Mekkah diadakan pusat keramaian bagi penyair-penyair Arab, yaitu 'Ukaz dan Zul Majaz. Disini penyair Arab, yaitu 'Ukaz dan Zul Majazl disini penyair-penyair membacakan syair-syairnya dan biasanya dipertandingkan di antara sebagai tanda penghargaanl Mu'alaqat semacam piagam berisikan syair sang juara yang ditulis dengan tinta mas dan digantungkan di dinding ka'bah terkenallah beberapa orang penyair sebelum islam seperti Amrul Qais, Qis bin Sa'dah, Ummaiyah bin Abi Shalt dan lain-lainya.
2. ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Di kalangan bangsa arab sebelum islam berkembang ilum Nujum, Ilmu falaq dan sebagainya ilmu falaq amat berguna bagi mereka untuk menentukan cuacal ilmu arsitek/bangunan hanya berguna/berkembang pada umumnya di Yaman. Disini terdapat kerajaan Saba' yang memiliki bendungan Sadd al-Ma'arib, yang merupakan peninggalan kerajaan Saba', yang membuktikan kemajuan bangunan pada masa tersebut. Bendungan ini dibangun pada abad ke-7 SM.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Asal-usul bangsa Arab dari rumpun Bangsa Semit. Menurut Hasan Ibrahim Hasan, perkembangan bangsa Arab terbagi kepada dua kelompok besar, yaitu:
c. Arab Ba'idah, yaitu kelompok yang telah punah sejarah mereka telah terhenti bersama dengan punahnya mereka dipermukaan bumi, seperti bangsa Ad dan Tsamud.
d. Arab Musta'rabah (Arab Campuran), yaitu keturunan suku Ad-nan yang umumnya mereka tinggal di hijaz. Mereka adalah keturunan nabi Ismail as.
Kehidupan orang-orang Arab sebelum Islam sering disebut dengan kehidupan Jahiliyah. Akan tetapi, jahiliyah dalam pengertian suatu tata kehidupan yang terlapas dari nilai-nilai ajaran Agama, wlaupun masyarakatnya menganut agama.

DAFTAR PUSTAKA

Prof. Dr. H. Maidir Harun, Drs. Firdaus, M.Ag, Sejarah Peradaban Isalm (IAIN IB PRESS. Bandung : 2001)
Ali Husni al-Karbuthli, Tarikh al-'Alam al-islam, (Cairo : Dar al-Nafi', 1976)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar